Pentingnya manajemen dakwah
Jajaran Staff YDS Mustahiq siap memberikan yang terbaik

By Plimun Web Design

Jin Qorin, Jin Pendamping Hidup Manusia

mustahiqQorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan  menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin. Syaikh lbnu Utsaimin ditanya,
"Apa itu qorin?" Beliau menjawab, "Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma'ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan: "Setan menjanjikan kefakiron untuk kalian dan memerintahkan kemungkoran.

Sementora Alloh menjonjikon ompunon don karunia dori-Nya. Alloh Maha Luos lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268). Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu' Fatawa, 17 :427)

Dalil Adanya Jin Qorin Di antara dalilyang menunjukkan adanya qorin: Allah SWT berfirman'. "Yong menyertai manusia berkato : "Ys Tuhon komi, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yong berada dolam kesesaton ysng jauh." (QS. Qaf: 27) Dalam tafsir lbn Katsir dinyatakan bahwasanya lbnu Abbas radhiallahu 'anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, "Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia." (Tafsir lbnu Katsir, 7:403)

Dari lbnu Mas'ud radhiallahu'anhu, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin." Para sahabat bertanya,
"Termasuk Anda, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk lslam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik." (HR. Muslim)

Tugas jin Qorin
Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin." (HR. Muslim). lmam An-Nawawi mengatakan, "Dalam hadits ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam member tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Munajid menjelaskan, "Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang." (Fatawa lslam, tanya jawab, no. 149459)

Dalam Tafsir As-Sa'di dinyatakan, "Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan.

Bahaya Membunyikan Jari Dan Leher

Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher saat badan pegal memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa?
     Menurut Brian Cassaza, M.D, dari Universitas California, Amerika, bila salah urat syaraf terjepit di antara tulang ekor leher. Maka, efeknya bisa bemacam-macam, tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sulit dikomando oleh otak.
Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, karena, otak gagal memberi instruksi kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan.
     Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari.
     Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang.
     Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah gelembung (paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama.
     Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan mendorongnya ke posisi semula. Pada saat ligamen “didorong kembali” muncullah bunyi kedua.
     Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% dari yang diperlukan untuk merusak tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, bisa dihitung sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya.
     Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Namun, efek lainnya adalah mereka memiliki sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang seperempat dari kekuatan tangan yang seharusanya.
     Jadi, membunyikan buku jari tangan dan persendian tulang lainnya akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun mendatang.
You might also like:

Abu Bakar dan Umar Berlomba Dalam Kebaikan

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattabradhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Ada sebuah kisah yang terjadi pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Pada saat itu Umar mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar.
 Lalu dia melakukan dua kali lipatnya sehingga dia mendapatkan kebaikan dan berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan. Suatu hari, Umar mengawasi Abu Bakar di waktu fajar. Sesuatu telah menarik perhatian Umar. Saat itu Abu Bakar pergi ke pinggiran kota Madinah setelah shalat subuh. Abu Bakar mendatangi sebuah gubuk kecil beberapa saat, lalu dia pulang kembali ke rumahnya. Umar tidak mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu dan apa yang dilakukan Abu Bakar di sana. Umar mengetahui segala kebaikan yang dilakukan Abu Bakar kecuali rahasia urusan gubuk tersebut.
Hari-hari terus berjalan, Abu Bakar tetap mengunjungi gubuk kecil di pinggiran kota itu. Umar masih belum mengetahui apa yang dilakukan Abu Bakar di sana. Sampai akhirnya Umar memutuskan untuk masuk ke dalam gubuk itu sesaat setelah Abu Bakar meninggalkannya. Umar ingin melihat apa yang ada di dalam gubuk itu dengan mata kepalanya sendiri. Dia ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabatnya di situ.
Manakala Umar masuk ke dalam gubuk kecil itu, Umar mendapatkan seorang nenek tua yang lemah tanpa bisa bergerak. Nenek itu juga buta kedua matanya. Tidak ada sesuatu pun di dalam gubuk kecil itu. Umar tercengang dengan apa yang dilihatnya, dia ingin mengetahui ada hubungan apa nenek tua ini dengan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu.
Umar bertanya, “Apa yang dilakukan laki-laki itu di sini?” Nenek menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengetahui, wahai anakku. Setiap pagi dia datang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya. Dia menyiapkan makanan untukku. Kemudian dia pergi tanpa berbicara apapun denganku.”
Umar menekuk kedua lututnya dan kedua matanya basah oleh air mata. Dia mengucapkan kalimatnya yang masyhur, “Sungguh, engkau telah membuat lelah khalifah sesudahmu wahai Abu Bakar.”

Hilangnya Kebiasaan Mengaji Selepas Maghrib

 

Dulu, Tradisi keluarga islam Indonesia mengaji selepas maghrib menjadi hal yang “wajib”. Dengan busana muslim tua muda, muda-mudi, anak-anak hingga dewasa, di desa maupun di kota semuanya sangat antusias dengan budaya mengaji selepas maghrib. Tapi, budaya tersebut nampaknya kian hari kian luntur. Merosot dengan sudut kemiringan yang sangat tajam. Mengapa demikian?

Adalah perkembangan zaman dan teknologi salah satu penyebab lunturnya “acara” mengaji. Selain itu, kesibukan rutinitas pekerjaan juga acap kali “melupakan” rutinitas mengaji.

Selengkapnya

Kisah Ustadz dan Para Jamaah

 

Ada sebuah percakapan menarik antara seorang Ustadz dengan Jama’ahnya. Ustadz bertanya kepada Jama’ahnya, “apakah kalian ingin masuk surga?”Semua Jama’ah menjawab dengan antusias, “Yaaaaa”.Ustadz bertanya lagi,

 

Selengkapnya

  • News
  • Artikel
  • Support

Rekening MUSTAHIQ

Bank : BNI
Rekening : 0241906917
Bank : Mandiri
Rekening : 1420011290698
Bank : Mandiri Syariah
Rekening : 4260002556
       
     

an. Yayasan Dana Sosial Mustahiq

Fans Page MUSTAHIQ



Kantor Cabang

Malang :

Jl. Perum Garaya Permai B11 Gadang Malang

Telp. 0341-8135846

Sidoarjo :

 Dusun. Cangkringan RT 12, RW 3 Sukodono, Sidoarjo

Denpasar :

Jl. HOS. CokroaminotoGg. Katalia I No. 4 Ubung,Denpasar

Telp. 0361-2721609   Hp. 085857459777

Hubungi Kami

Kantor Pusat

Jl. Bratang Gede I No. 14 Surabaya.

Tel: 031-81234001.

Mobile: 031-70041254

Fax: 031-70041254.

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Video